JAKARTA, KOMPAS.com -
Kurang dari dua bulan lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan membuka pendaftaran bagi calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Berbagai keputusan politik yang sudah dihasilkan membuat suasana jelang Pilkada DKI 2017 semakin panas.
Setidaknya, ada dua keputusan politik yang terjadi pekan lalu. Keduanya memperjelas siapa saja yang nantinya akan maju Pilkada DKI 2017. Namun dengan sisa waktu yang kurang dua bulan itu, berbagai kemungkinan masih akan terjadi.
Ahok pilih parpol
Pada Rabu (27/7/2016), Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi memilih jalur partai politikuntuk maju pada Pilkada DKI Jakarta. Dia menyampaikan hal itupada acara halalbihalal bersama relawan "Teman Ahok" dan partaipolitik.
"Saya sudah bilang, kami harus menghargai parpol yang sudah mendukung. Ya sudah, kami pakai parpol sajalah, terima kasih,"kata Ahok sambil tersenyum.
Keputusan tersebut menuai kritik. Pasalnya, Teman Ahok, kelompok relawan yang mendukung Ahok maju secara independen, sudah satu tahun mengumpulkan data KTP dukungan dan jumlah sudah mencapai 1 dukungan seperti yang dimintaAhok.
Namun, menurut Ahok, segala dinamika yang membawanya maju lewat parpol merupakan sebuah prestasi. Ahok menolak disebutplin-plan dan mengatakan dirinya sudah membuktikan maju lewat jalur partai politik tanpa memberikan mahar itu mungkin.
Ahok mengatakan, dia tidak perlu menjadi kader partai dulu untuk diusung menjadi calon gubernur. Hal itu dia buktikan dengan adanya dukungan dari tiga partai politik yaitu Partai Golkar, PartaiNasdem, dan Partai Hanura.
"Ini pertama kali saya rasa dalam sejarah republik kita, partai mencalonkan saya tanpa minta mahar, tanpa syarat dan tidakmewajibkan saya jadi anggota partai," ujar Ahok.
Ahok menjadi orang pertama yang dipastikan maju menjadi cagub di Pilkada DKI 2017. Kepastian sesungguhnya memang pada saatpendaftaran di KPU nanti.
Namun, setidaknya, Ahok dan tiga partai pendukungnya sudahbersekapat mengusung Ahok dalam Pilkada DKI 2017.
Cagub Gerindra
Selain Ahok, pekan lalu Partai Gerindra juga membuat keputusanpolitik. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Soebianto memilihSandiaga Uno sebagai calon gubernur DKI dari partai itu.
Keputusan tersebut diambil dalam Rakornas Partai Gerindra di Hambalang Bogor, Jumat (29/7/2016).
Panji Gunardi, yang mendampingi Sandiaga hadir dalam acara itumengatakan, suasana cukup dramatis saat Prabowo menunjuk bakal cagub yang akan diusung Gerindra.
"Setelah pagi apel, lalu diisi acara pembekalan, sorenya pas pidatoBapak (Prabowo) bilang 'kita juga punya tugas besar untuk meletakkan kepemimpinan kita di Gubernur Jakarta. Orangnya ituada di antara kita'," kata Panji menuturkan ucapan Prabowo saat itu.
Menurut Panji, kader Gerindra tampak penasaran dengan ucapanPrabowo. Lalu banyak kader Gerindra meminta Prabowo menyebutnama figur yang akan diusung pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Masa kalian begitu saja enggak tahu sih?" kata Panji, kembalimenirukan ucapan Prabowo.
Setelah mengucapkan itu, Prabowo mengakhiri pidatonya denganmengucap salam. Namun, saat turun dari panggung, para kader terus mendesak Prabowo untuk menyebut nama figur yang akandiusung pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Setelah itu, kata Panji, Prabowo menuju kursi yang diduduki Sandiaga. Semua kader Gerindra yang hadir pada acara itu masihmemerhatikan dan menyaksikan ketika Prabowo menepuk bahu serta menyalami Sandiaga.
Saat itu juga, nama Sandiaga langsung dielu-elukan kaderGerindra.
"Bapak mendatangi Sandi, menepuk bahu, terus memegang tangan Sandiaga. Semua teriak Sandi... Sandi... Sandi, langsunghujan deras," kata Panji.
Setelah Ahok dan Sandiaga, akankah ada nama yang muncul?
No comments:
Post a Comment