Tata Cara Salam
"Orang yang naik kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, sedangkan orang yang berjalan memberikan salam kepada orang yang duduk , dan yang sedikit jumlahnya memberikan salam kepada yang lebih banyak" (HR. Muttafaqun 'Alaih).
Islam melarang memberi salam Islam --ucapan Assalamu'alaikum-- kepada non-Muslim. Rasulullah Saw bersabda: "Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani....” (HR Muslim dari Abu Hurairah r.a.).
"Orang yang naik kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, sedangkan orang yang berjalan memberikan salam kepada orang yang duduk , dan yang sedikit jumlahnya memberikan salam kepada yang lebih banyak" (HR. Muttafaqun 'Alaih).
Islam melarang memberi salam Islam --ucapan Assalamu'alaikum-- kepada non-Muslim. Rasulullah Saw bersabda: "Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani....” (HR Muslim dari Abu Hurairah r.a.).
Mengucapkan salam kepada hadirin
(orang banyak), yang terdiri dari Muslim dan Non-Muslim, tidak dilarang. Hati
kita meniatkan salam Islam untuk sesama Muslim dan salam "Selamat
Pagi" atau "Salam Sejahtera" untuk Muslim dan Non-Muslim.
Para ulama mendasarkan hal itu pada
riwayat berikut ini:
"Nabi Saw mengendarai keledai
yang di atasnya ada pelana bersulam beludru Fadaki, sementara Usamah bin Zaid
membonceng di belakang beliau ketika hendak menjenguk Sa’ad bin ‘Ubadah di Bani
Al Harits Al Khazraj, dan peristiwa ini terjadi sebelum perang Badar. Beliau
kemudian berjalan melewati suatu majelis yang di dalam majelis tersebut
bercampur antara kaum muslimin, orang-orang musyrik, para penyembah patung, dan
orang-orang Yahudi. Dan di dalam majelis tersebut terdapat pula Abdullah bin
Ubay bin Salul dan Abdullah bin Rawahah. Saat majlis itu dipenuhi kepulan debu
hewan kendaraan, ‘Abdullah bin Ubay menutupi hidungnya dengan selendang sambil
berkata, “Jangan mengepuli kami dengan debu.” Kemudian Nabi Saw mengucapkan
salam pada mereka lalu berhenti dan turun, Nabi Saw mengajak mereka menuju
Allah sambil membacakan Al-Qur’an kepada mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Di dalam hadits ini dijelaskan, mengucapkan salam kepada orang banyak yang terdiri dari orang muslim dan non-muslim itu tidak apa apa. Sedangkan yang tidak boleh adalah mengucapkan salam Islam kepada orang non-muslim.
Cara Menjawab Salam Non-Muslim
Jika orang non-Muslim mengucapkan salam dengan mengucapkan Assalamu'alaikum kepada kita, maka jawabannya adalah ucapan "Wa'alaikum".
Jika orang non-Muslim mengucapkan salam dengan mengucapkan Assalamu'alaikum kepada kita, maka jawabannya adalah ucapan "Wa'alaikum".
"Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan wa’alaikum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Ada seorang Yahudi melewati
Rasulullah Saw, lalu ia mengucapkan ‘as-saamu ‘alaik’ (celaka
engkau).” Rasulullah Saw lantas membalas ‘wa ‘alaik’
(engkau yang celaka). Rasulullah lantas bersabda, “Apakah kalian mengetahui
bahwa Yahudi tadi mengucapkan ‘assaamu ‘alaik’ (celaka engkau)?” Para
sahabat lantas berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami membunuhnya
saja?” Rasulullah bersabda, “Jangan! Jika mereka mengucapkan salam pada kalian,
maka ucapkanlah ‘wa ‘alaikum’.” (HR. Bukhari).
Demikian ulasan tentang Arti
Salam Islam - Assalamu'alaikum - dan Keutamaannya yang admin himpun dari
berbagai sumber sahih dan terpercaya. Semoga bermanfaat!
No comments:
Post a Comment